…Fasting & Abstinence…


 

 

PERATURAN PANTANG DAN PUASA

KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

UNTUK TAHUN 2008

Masa Prapaska/ Waktu Puasa Tahun 2008 dimulai pada hari Rabu Abu, 6 Februari sampai dengan hari Sabtu, 22 Maret 2008.

“Semua orang beriman kristiani menurut cara masing-masing wajib melakukan tobat demi hukum ilahi” (KHK k.1249). Dalam masa tobat ini Gereja mengajak umatnya secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan ibadat dan karya amalkasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang (ibid). Semua umat beriman diajak untuk memelihara suasana tobat dan mengisi masa tobat ini dengan berbagai keutamaan hidup beriman dan tidak mudah terpengaruh atau mengikuti suasana lain di luar khusus gerejani ini.

Di samping itu sebagai tanda pertobatan bersama, Gereja minta supaya umat juga menaati peraturan-peraturan ini.

 

Dalam Masa Prapaska kita diwajibkan :

          Berpantang dan berpuasa pada hari Rabu, 6 februari dan hari Jumat Suci, 21 Maret 2008. Pada hari Jumat lain-lainnya dalam masa Prapaska hanya berpantang saja.

          Puasa artinya : makan kenyang satu kali sehari.

          Yang diwajibkan berpantang : semua yang sudah berumur 14 tahun keatas (KHK k.1252)

          Pantang yang dimaksud di sini : tiap keluarga atau kelompok atau perorangan memilih sendiri sekurang-kurangnya satu dari kemungkinan-kemungkinan ini : pantang daging, pantang garam, pantang jajan, pantang rokok. Setiap orang Katolik sangat dianjurkan untuk memilih wujud pantangnya yang lebih tepat dan bermanfaat untuk membangun sikap tobat yang berguna untuk pengembangan imannya. Dengan demikian kita dijauhkan dari semangat legalistis dan minimalistis, dan dengan kesadaran pribadi berusaha mewujudkan hidup pertobatan kita, serta mengarahkan diri menuju hidup seorang beriman yang lebih berkualitas.

          Untuk menghormati dan mewujudkan maksud adanya masa khusu dalam Gereja, maka sangat dianjurkan agar perkawinan-perkawinan dalam situasi biasa (tanpa adanya alasan yang bisa dipertanggungjawabkan) sedapat mungkin tidak dilaksanakan dalam masa Adven dan terutama Prapaska. Pastor Paroki dimohon secara bijaksana mencermati dan mengambil kebijakan sebaik mungkin dalam situasi dan kebutuhan pelayanan umat ini.

          Bila ada perkawinan yang karena alasan yang bisa dipertanggungjawabkan dilangsungkan dalam masa Adven, atau khususnya Prapaska, atau pada hari lain yang diliputi suasana tobat, pastor paroki hendaknya memperingati para mempelai agar mengindahkan suasana tobat itu, misalnya jangan mengadakan pesta besar (Upacara Perkawinan, Komisi Liturgi 1976,hal.14), untuk mengurangi kemungkinan menimbulkan batu sandungan.

 

Jakarta, 6 februari 2008

Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ

Uskup Agung Jakarta


 

 

APP (Aksi Puasa Pembangunan) 2008

Gejera Katolik di Indonesia sudah memasuki tahun ke-39 dalam ber-APP.

Pada masa Prapaskah, umat Katolik membuat gerakan tobat bersama yang bertujuan memurnikan kehidupan Kristiani dengan bertobat dan beramal, antara lain dengan mengumpulkan derma dari umat dan sekolah-sekolah Katolik untuk proyek-proyek amal, sosial dan pembangunan. APP yang dimulai pada tahun 1969, setiap tahun mempunyai tema tertentu.


Pada tahun 2008 ini diambil tema “Pedulikah Saya Dengan Lingkungan Hidup Kita?”. Hasil APP di setiap Keuskupan diperuntukan demi solidaritas nasional, yang dikelola oleh Panitia APP Nasional KWI.

(diambil dari warta paroki St. Stefanus)

*jadiingetjamanmasihsd,sukatiaptahunharusngapalintemaappterus*

 

 

12 thoughts on “…Fasting & Abstinence…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s