…This Easter…

 

Pekan Suci*) tahun ini memang agak sedikit lain dari biasanya. Kalau setiap tahun pasti ke gereja di paroki sendiri, atau sejauh-jauhnya di Cilandak, tapi tahun ini Misa Minggu Palma dirayakan di Gereja St. laurentius, Sukajadi, Bandung, karena kebetulan minggu itu sedang berada di Bandung. Jadilah kita bertiga, Gw, Poppy n Nanis misa di Gereja sewaktu kita mengenyam kuliah di Bandung dulu😉 – jadi inget dulu di kos, kalo mau misa Minggu Palma, pake acara “metik” daun palem di tetangga kos, diem2 biar ga ketauan satpam…hehehe :p

 

Pada Kamis Putih kemarin tetap mengikuti perayaan ekaristi di Bintaro pk. 17.30, walau harus ijin pulcep dari kantor jam 4 sore dan langsung meluncur menuju gereja. Sempet rada ngantuk secchh n cape juga waktu acara pembasuhan kaki, dengan senyap-senyap lagu Ubi Caritas” yang dinyanyikan koor, mungkin karena brasa pliket, belum mandi…

 

Pagi hari Jumat, dengan niat semangat 45,  jam 6 pagi sudah bangun dan langsung siap2 menuju gereja untuk mengikuti Tablo Jalan Salib yang terakhir. Tablo dibawakan oleh Mudika paroki, diikuti oleh ratusan umat, karena lapangan parkir cukup padat juga oleh umat. Sempat terenyuh & sedih juga melihat pembawaan para “aktor”2 tablo yang mirip aslinya (mungkin, ya minimal mirip film Passion of the Christ lha), efeknya boleeehh lhaaa, cukup mendukung, dengan pecutan2 menyayat hati, efek darah fresh mengalir pada telapak tangan & kaki “Yesus”, efek gelegar petir & geledek. Prosesi Tablo Jalan Salib dimulai di area lapangan parkir, di depan pondok mudika, yang disulap menjadi podium “Mahkamah pengadilan” era Pontius Pilatus. Setelah Tablo Jalan Salib yang diliput oleh TPI itu selesai, langsung manteng di depan ruang pengakuan dosa di belakang Gereja.

 

Karena beberapa minggu lalu dapet undangan nyanyi dari Richard, untuk bantu tugas koor pada Perayaan Jumat Agung di Auditorium Trisakti pk. 15.00, jadilah tahun ini tidak ikut ke Gereja bersama keluarga (si Gita juga ada tugas nyanyi exultate di Katedral pk. 15.00, jadi yang ke Bintaro hanya bokap-nyokap, alias mencar-mencar decchh…). Ternyata oh tenyata waktu Jumat kemarin anggota koornya juga cabutan semua, tapi rata-rata tampang-tampangnya cukup familier, karena bbrp dari mereka daerah pergaulannya di daerah2 “per-choir-an” juga (ada yg dari cecilia katedral, imprommtu, twilite, bms, BHK, Mangga Besar – St. Petrus & Paulus ,St. Yosef matraman, Sunter, dll) dan kita semua go-show, alias ga pake latihan dulu….(canggihhh abesshh!!! :p) padahal lagu di perayaan Jumat Agung cukup banyak plus ada pasio segala (kisah sengsara & wafat Tuhan yang di nyanyikan), ada sich bbrp menit sebelum perayaan dimulai sedikit latihan Pasio, karena bbrp para pembawa pasio ternyata juga “ditembak langsung” hehehehe… tapi karena most of them dah “pinter2” baca not, jadi ya… singing by reading….😉. Kali ini Koor di perkuat oleh 17 orang (7 sopran, 3 alto, 4 tenor, 3 bass), tapi power2nya…wuuuiihhh….ajegile….pada kuat2 euy…mmm…sempet rada jiper juga sich..tapi pede ajah…secara udah mengenal sebagian lagu yang akan dinyanyikan karena partitur lagu sudah di send Richard bbrp hari sebelumya.…

( “Nun Disana – John W Peterson yang dibawakan OK banget oleh Fika dan ternyata lagunya uueenak bgt, Petikan Kisah Sengsara dari St. Matius” dengan solis bass Hari yang TOP dech mana lagunya juga keuren banget sesuai tema perayaan karena lagunya gw bilang cukup “sadisss”!!– “salibkanlah Dia!!…salibkanlah Dia!!…” dinyanyikan dengan fff :p ga kebayang itu baru petikan gimana full version-nya ya??, “Ave Verum” yang tentu dah apal luar kepala, “A Prayer of St. Francis, Pasio dan bbrp lagu dari Puji Syukur. Padahal dah latihan Behold the Lamb of Godnya Handel, tapi ga jadi dinyanyiin, juga “The Seven last Words”).

So, baru kali ini mengikuti perayaan Jumat Agung tidak di gedung Gereja…ada yang kurang gimana gitu…..😦

 

Sabtu Malam Paskah tahun ini…… mmm…. ga ke Gereja dunk…

Why?????

‘cause tomorrow i`ll go to Church twice… pagi jam 9 (misa anak2) tugas tata tertib, kemudian malemnya pk. 19.00 harus misa lagi karena nyokap & Gita tugas Koor (mau dengerin “The Majesty and Glory of Your Name”..…Welehh…daripada Paskah kali ini misa yang sama sampai 3 kali, jadi lebih milih 2 kali aza dech…. :p

Brasa aneh juga, se-umur2 baru kali ini ga misa Malam Paskah…biasanya malam ini adalah malam yang ditunggu2, selama satu tahun (selain malam natal), misa gelap2an pake lilin, lagu2nya Ok banget apalagi koor yang nyanyi juga dipilih koor yang Ok….tapi..yach..karena di rumah aja, jadi pasang lilin di rumah, plus nyetel lagu Alleluia Handel….. :p (wah… padahal tahun lalu kebagian tugas koor di Cilandak, dan nyanyi di Malam Paskah merupakan kehormatan & kerja keras yang sangat keras, karena lagu2nya cukup susah dan buannyaaakkk)…

 

…Memang, kalau menjelang Paskah or hari besar seperti ini gw bisa menjadi sangaaaaattt religius… :p (dah kluar blm nich lingkaran di atas kepala gw??? :p). Mungkin karena sangat “meresapi” tradisi, tata cara & suasana pada masa-masa ini terutama masa Trihari Suci paskah ini… Dari tatacara upacara Ekaristi, yang kapan dilarang pakai organ & bunyi2an lainya, lagu-lagunya, pastor pakai jubah warna apa, urutan perayaan, dll. So traditional, walau upacaranya panjang2…😉

 

Anyway…

HAPPY EASTER to you all…..

…Bersoraklah dan nyanyikan lagu gembira

Bagi Kristus yang menebus kita

Bersyukurlah kepada Allah

Karena kita bangkit bersama Kristus…..

 

myspace layouts, myspace codes, glitter graphics

 

 

*) Pekan Suci merupakan rangkaian satu minggu menjelang perayaan hari raya Paskah, kebangkitan Yesus Kristus (yang merupakan tradisi umat Khatolik di seluruh dunia).

– Dimulai dengan hari minggu satu minggu sebelum Paskah dibuka dengan perayaan Minggu Palma, Gereja merayakan misteri penyelamatan Yesus pada hari-hari terakhir hidupnya sebagai manusia. Perayaan Minggu palma mengenangkan peristiwa yesus memasuki kota Yerusalem secara meriah. Penyambutan Kristus sebagai raja dikenang lewat pemberkatan & perarakan daun palma yang dibawa oleh seluruh umat.

Kemudian perayaan utama yang biasa disebut Trihari Paskah, dimana Gereja merayakan misteri terbesar karya penebusan : sengsara, wafat, dan kebangkitan Tuhan.

– Ekaristi petang pada hari Kamis Putih, dimana seluruh umat beriman berhimpun bersama untuk mengenangkan perjamuan paskah yang diadakan Yesus bersama murid-muridNya. Dan pada hari ini juga dikenang sebagai penetapan Ekaristi sebagai perwujudan lambang pengurbanan, pelayanan Yesus dengan pembasuhan kaki para rasulNya, dan memberikan perintah baru agar kita saling mengasihi. Pada Kamis Putih ini pula kita diajak untuk berrekonsiliasi, menyambut para petobat, kembali berdamai dengan Allah. Sesudah perjamuan, dilakukan perarakan sakramen Mahakudus serta tuguran (jaga malam) di hadapan sakramen mahakudus.

– Satu hari kemudian, pada hari Jumat, Anak Domba paskah kita dikurbankan. Biasanya umat Khatolik menyebut hari itu sebagai hari perayaan Jumat Agung, mengenangkan sengsara, wafat Yesus dengan penghormatan terhadap Salib, sebagai lambang pengorbanan & Kemenangan Jaya. Pada hari ini tidak ada perayaan Ekaristi, Gereja akan menjalankan Puasa paskah terakhir dalam rangkaian pekan suci selama 40 hari sebelumnya.

– satu hari setelah wafat Krsitus, Gereja merayakan perayaan malam suci kebangkitan Kristus, biasanya dikenal sebagai Malam Paskah, yang merupakan puncak perayaan Trihari Paskah. Pada malam ini Gereja berjaga, menantikan kebangkitan Tuhan. Pada perayaan ini umat diajak untuk memperbaruhi janji baptis sehingga malam itu juga merupakan perayaan kebangkitan sebagai orang beriman, mati terhadap dosa dan hidup baru kembali sebagai anak Allah. Upacara malam ini sangat panjang, dengan adanya upacara Cahaya, mengenang Kristus sebagai pusat Sang Cahaya Dunia (imam akan memberkati lilin paskah dari api yang diberkati, dan kemudian disebarkan ke seluruh umat yang sudah memegang lilin), Liturgi Sabda (biasanya bacaannya banyak), kemudian Liturgi Babtis, dan Liturgi Ekaristi.

– Sukacita Minggu Paskah dirayakan kembali dengan perayaan Ekaristi. Perayaan Paskah ini dirayakan selama 7 minggu, dan pada hari ke 40 sesudah Paskah nantinya, Gereja akan merayakan hari kenaikan Tuhan. Tema-tema inti Injil pada setiap hari Minggunya, akan mengarah kepada penampakan Tuhan yang telah bangkit, pengakuan Thomas, pokok anggur, gembala yang baik, serta pengurusan Roh Kudus. Lagu-lagu masa ini diwarnai oleh nyanyian suka cita, Alleluya, dll.

 

6 thoughts on “…This Easter…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s